Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Hari kedua pelaksanaan ‘the 5th workshop AOSWA’ di Bandung (20 September 2018)
Penulis Berita : • Fotografer : • 21 Sep 2018

(Bandung, 20/9/18). Hari kedua pelaksanaan workshop AOSWA kelima dilaksanakan di hotel Aryaduta Bandung. Pukul 09.00 diawali pemaparan Space Weather Forecast yang disampaikan oleh KSWC Korea. Forecast menggunakan fasilitas pengamatan solar radio spektograf, flux monitor, solar radio noise, ACE satellite tracker dengan prediksi 3 harian, 27 harian, dan radio HF. Selanjutnya Tiar Dani mempresentasikan SWIFtS dan SPICA untuk mendukung kedudukan LAPAN berkaitan undang-undang di mana salah satunya SWIFtS yang telah dilakukan sejak 2008, summary mingguan, stake holder, dan penggunaan aplikasi android. Zulkarnain dari BMKG berbicara tentang navigasi udara, serta penggunaan cuaca antariksa untuk IATA (asosiasi transportasi udara internasional) serta adanya evaluasi dari ICAO, suatu organiasi penerbangan sipil. I Wayan Sugiarta yang membahas modernisasi naviagasi udara yang disertai short time video menjadi sedikit pembeda dengan presenter lain. Dhani Herdiwijaya dari ITB seperti aplikasi ilmunya untuk digunakan data ionosfer foF2 yang menggunakan GPS network. Selanjutnya La Ode Musafar membahas penggunaan data geomagnet untuk prediksi cuaca antariksa di Indonesia menggunakan data Biak untuk komponen H geomagnet dengan analisis variasi Sq. ‘Comparison of Outliers and Novelty Dettection to Identity Ionospheric TEC Irregularities during Geomagnetic Storm and Substorm’ menjadi topik yang dikemukakan oleh Acep Furqon dari ITB yang membicarakan ionospheric coupling juga. Pembicara selanjutnya, Buldan Muslim dari LAPAN menggunakan variometrik GNSS di Indonesia untuk melihat pengaruh dari X-ray flare. Di akhir sesi ini sedianya ‘Observation of Ionospheric foF2 using Indonesian GPS network’ dibawakan oleh Dudy Wijaya dari ITB digantikan oleh Brian Bramastra. Semua pemaparan berjalan sesuai dengan waktu, masing-masing minimal terdapat 1 pertanyaan / komentar.

Pada sesi siang atau general session diisi oleh para pembicra luar negeri, Jepang dan Cina. Pembicara pertama, Daikou Shiota dari NICT dengan judul ‘Development of real-time prediction system of CME arrival and magnetic field with SUSANDO-CME MHD simulation’ dengan 3D solar wind tahun 2013-2014 dan flux rope model. Masih dari NICT, pembicara kedua, Mitsue Den masih menggunakan data solar wind melakukan simulasi dari corona matahari hingga 1 AU dengan mengkaitkan high speed stream dengan aktivitas geomagnetic activity. Pembicara ketiga, Bin Zhang dari USTC China dengan ‘The significance of the influence of CME deplection in the interplanetary space on the CME arrival the Earth’ yang merupakan CME arrival forecasting system (CAF) mereka yang dilengkapi event-event geovectiveness-nya. Pembicara keempat pada sesi ini Yasubumi Kabota dari NICT, masih menggunakan simulasi mengemukakan topik ‘Real-time magnetosphere simulator for space weather using REProduce Plasma Universe code’. Pertanyaan yang mucul berkaitan dengan model. Di akhir sesi ini diisi apa yang dikerjakan LAPAN berkaitan cuaca antariksa, yaitu SWIFtS dipandu oleh masing-masing forecasternya. Yusi Kubo dari NICT berpartisipasi untuk mengemukakan Forecast verification: Case of Regional Warning Center Japan yang lebih mengedepankan proportional correct dan skill dalam mengolah prediksi. Bingxian Luo dari NSSC dengan ‘Advancement of Operational Space Environment Models at Space Environment Prediction Center in China’ menggunakan TEC assimilation model, K/Kp Nowcast model, dan 2 model lainnya. Selanjutnya, Takuya Tsugawa dari NICT menyampaikan proyek penelitian baru untuk investigasi pengaruh ionosfer pada GNSS juga penggunaan equatorial plasma bubble. ‘Variability of Ionospheric TEC at Low Latitude Station, Hyderabad During Medium Solar Activity’ oleh Pramod Kumar Purchit dari NTTTR India dengan komponen flare index sebagai salah satu masukannya, Kornyanat Kenpannko dari KMTL. Selanjutnya menyusul berikut judulnya dari Kornyamat Hozumi, NICT tentang memanfaatkan Radio propagation user. Prasert Kenpankho dari KMITL Thailand dengan judul ‘Preliminary Earthquake Prediction by TEC’ yang salah satunya menggunakan data gempa bumi di Indonesia (Sumatera), Thailand, dan India. Presentasi terakhir dari India dengan judul ‘Comparison of GPS TEC Variations with IRI-2012 and IRI-2016 Model at Low, Mid, and High Latitudes During A High Solar Activity Period’ dibawakan oleh Roshni Atulkar dari NITTTR India dengan lancar. Pada sesi presentasi terakhir sesi ini hari Kamis, 20 September 2018 diisi oleh Acharaporn Bumrungkit dari KMITL dengan judul ‘ Analisys Ionospheric delay gradients over Thailand during geomagnetic storm on 8 September 2017’. Hari ini dilanjutkan dengan adanya AOSWA Busines Meeting dan Teleconference: UNISPACE+50 di akhir acara.

Penulis: Iyus Edi
Dokumentasi: Haries F, N. Dedi




Others


Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL