Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Liputan dan wawancara Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara tentang Pengenalan Langit Malam dan Masalah Polusi Cahaya
Penulis Berita : • Fotografer : • 04 Dec 2019

Bandung, 03/12/2019. Pusat Sains Antariksa kedatangan 3 orang mahasiswa  Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Gading, Sepong, Tangerang. Mahasiswa diterima oleh Kepala Bidang Diseminasi, Dr.Emanuel Sungging M,M.Si untuk menanggapi permohonan izin liputan dan wawancara dari mahasiswa program Jurnalistik UMN. Narasumber dari Peneliti Astronomi  Pussainsa  Drs .Agustinus Gunawan Admiranto memaparkan tentang Langit Malam dan Polusi Cahaya di Indonesia. Hadir dalam pertemuan ini Peneliti yang menangani Polusi Cahaya dan  hadir juga Tim Humas dan PPID Pussainsa.

Maksud dan tujuan  Mahasiswa  Program Jurnalitik berkunjung ke Pusat Sains Antariksa LAPAN, Selasa (03/12/2019) untuk mengetahui dan mengulas seputar polusi cahaya, di mana masyarakat tidak pernah melihat keberadaan Bintang di langit dikarenakan cahaya yang sangat terang (terutama  daerah Jakarta).

Polusi cahaya merupakan salah satu jenis polusi. Definisi dari polusi cahaya adalah "dampak buruk akibat cahaya buatan manusia". Polusi cahaya biasanya berarti intensitas cahaya buatan terlalu besar sehingga mempengaruhi kondisi malam alamiah. Beberapa spesies, termasuk tumbuhan dan manusia, mengalami dampak dari polusi cahaya, papar Peneliti Pussainsa.

Penyebab terjadinya polusi cahaya yaitu munculnya cahaya buatan manusia yang mempengaruhi lingkungan. Berbeda dengan polusi udara yang disebabkan oleh partikel gas pembuangan yang berasal dari hasil pembakaran kendaraan bermotor atau kegiatan industri, polusi cahaya bukan disebabkan oleh suatu partikel – partikel yang “bercahaya”. Namun, wujud dari polusi ini berupa cahaya yang jumlahnya sangat berlebihan atau tidak efisien dan terkontrol dalam menggunakan cahaya. Maksudnya, dalam menggunakan cahaya tidak sesuai dan tidak efektif sesuai dengan kebutuhan dan penggunaan. Hal ini bisa ditemukan pada penggunaan lampu yang arah sorot pencahayaannya mengarah pada area yang tidak diperlukan, contohnya seperti mengarah ke tembok atau ke langit dan lampu  yang tak bertudung, papar narasumber.

Selesai mendengarkan paparan, diskusi dan tanya jawab, maka kegiatan diakhiri dengan foto bersama.

 

Humas Pussainsa : Sucipto/Christine/Ferdhie

Dokumentasi : Sucipto




Others
Planetarium Mini Pussainsa LAPAN Memeriahkan Acara Seminar Nasional Fisika ke-5 (SiNaFi 0.5) 2019 di UPI Bandung
25 Nov 2019
Bandung (25/11/2019). Planetarium mini Pussainsa LAPAN hadir di acara Seminar Nasional Fisika ke 5 (SiNaFi 0.5) 2019 yang diselenggarakan di Kampus  Jurusan FMIPA  Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada Sabtu…


Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.
Email. pussainsa@lapan.go.id




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL