Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Pussainsa LAPAN Gelar Bimbingan Pengamatan Antariksa tentang Kecerlangan Langit
News Writter : • Photographers : • 11 May 2018 • Read : 111 x ,

andung (8/5/18). Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) LAPAN Bandung, pada hari Selasa 8 Mei 2018 mengadakan Bimbingan teknis (Bimtek) pengamatan antariksa dihadiri perwakilan Balai-balai pengamatan milik LAPAN, selain itu juga mengundang sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan instansi lain. Bimtek  ini bertujuan untuk memberi dasar-dasar pemahaman pengukuran kecerlangan langit dan polusi cahaya. Dari LAPAN hadir 6 Balai (Sumedang, Pasuruan, Agam, Pontianak, Garut, Biak) dan 1 Stasiun Bumi (Pare pare) serta dari komunitas penggiat astronomi (pengamat langit Kapela Unpad, mahasiswa astronomi Himastron ITB, Cakrawala UPI, Matla’ Astro Club, Astro UIN Sunan Gunung Djati, Pusat Astronomi Universitas Ahmad Dahlan, OAIL dan KALA ITERA.) sebanyak 40 orang dengan penyampai materi dari dalam dan luar LAPAN (ITB, UPI).

Bimtek dibuka oleh Ka. Pussainsa, Dra. Clara Y Yatini MSc. Beliau mengatakan saat ini pelaksanaannya sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya karena berfokus tentang polusi cahaya yang identik dengan kemajuan suatu daerah. Namun kondisi ini yang tidak diinginkan oleh penggiat astronomi karena mengganggu pengamatan seperti yang telah dialami obsevatorium Bosscha, Bandung. Salah satu alat yang digunakan adalah sky quality meter (SQM), yang sangat berguna untuk menentukan saat salat Shubuh.

Materi yang dikemukakan oleh Drs. Gunawan Admiranto (LAPAN) yaitu untuk kecerlangan langit malam hari. Gunawan mengatakan sumber cahaya astronomi berasal dari luar Bumi seperti bintang dan dari Bumi seperti cahaya lampu malam, selanjutnya beliau berbicara mengenai polusi cahaya hingga reaksi makhluk hidup terhadap cahaya. Pemateri kedua, Dr. Dhani Herdiwijaya (ITB) mengatakan bahwa atmosfer Bumi bukan seperti lapis atau agar-agar, komposisinya beragam dan dinamis. Beliau membandingkan kecerlangan langit di berbagai daerah melalui pengamatan menggunakan SQM. Dr. Judhistira Aria Utama (UPI) sebagai pembicara selanjutnya mengemukakan aspek sosial, ekonomi, dan budaya dari polusi cahaya seperti perilaku masyarakat yang membakar sampah, pengeluaran asap kendaraan yang menyebabkan kebisingan, dan pemasangan penerangan jalan umum.  

Setelah itu, ketiga pembicara mendapat berbagai pertanyaan dari peserta seperti dampak polusi cahaya terhadap dinamika atmosfer, penempatan SQM, koreksi peralatan, serta aplikasi untuk penentuan shalat Shubuh.

Pada sesi dua, ditampilkan pembicara Dr. Rhorom Priyatikanto (LAPAN) dengan materi Pengamatan dan interpretasi data kecerlangan langit. Pembicara kedua adalah Ellyani S.Si mengenai Transfer data pengamatan antariksa dan pembicara terakhir, Tiar Dani M.Si dengan materi Workshop pengamatan kecerlangan langit menggunakan aplikasi telepon pintar berbasis android yaitu Loss of the Night untuk polusi cahaya.

Kemudian dilakukan sesi tanya jawab. Pada akhir acara ditutup oleh E. Sungging Mumpuni dan setelah acara selesai diadakan diadakan diskusi internal terkait peringatan 100 tahun IAU.

 

Penulis: Iyus/ Ferdhie/Christine

Dokumentasi: Haries








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL