Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Meninjau Potensi Keterlihatan Hilal Awal Bulan Syawal 1441 Hijriah
News Writter : • Photographers : • 20 May 2020 • Read : 903 x ,

Kurang lebih pekan depan, sidang isbat akan diselenggarakan untuk menentukan kapan jatuhnya 1 Syawal 1441 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Sebelum sidang isbat diselenggarakan, kegiatan rukyat hilal (mengamati hilal, bulan sabit muda) terlebih dahulu dilakukan untuk memastikan apakah hilal dapat teramati atau tidak. Kegiatan rukyat hilal ini dilakukan setiap tanggal 29 pada bulan Sya’ban, Ramadan dan Zulqa’dah untuk menentukan masing-masing awal Ramadan, Syawal dan Zulhijjah. Rukyat hilal penentuan awal Syawal dilakukan pada 29 Ramadan 1441 Hijriah yang jatuh pada hari Jumat, 22 Mei 2020. Bagaimana potensi keterlihatan hilal awal bulan Syawal 1441 baik secara global maupun Indonesia? Berikut ulasannya:

Ijtimak (Konjungsi) atau fase Bulan Baru awal Syawal 1441 H jatuh pada Jumat, 22 Mei 2020 pukul 17.38.43 Universal Time atau Sabtu, 23 Mei 2020 pukul 00.38.43 Waktu Indonesia Barat. Itu artinya, untuk wilayah Eropa, Australia, Asia dan Afrika mengalami konjungsi setelah Matahari terbenam pada 22 Mei 2020. Sedangkan Amerika Utara dan Selatan mengalami konjungsi sebelum Matahari terbenam.

Gambar di bawah adalah peta ketinggian hilal awal bulan Syawal 1441 Hijriah untuk pengamatan pada hari Jumat, 22 Mei 2020 petang hari:

Peta Ketinggian Hilal Awal Bulan Syawal 1441 H untuk Pengamatan 22 Mei 2020.

Sumber: Dokumentasi Pribadi 

Terlihat bahwa untuk wilayah Indonesia, ketinggian hilal masih bernilai negatif atau di bawah ufuk. Ketinggian hilal untuk wilayah Indonesia pada 22 Mei 2020 bernilai antara -5,5 hingga -3,5 derajat ketika Matahari terbenam, lebih kecil dibandingkan dengan kriteria MABIMS (altitude > 2 derajat), kriteria LAPAN (altitude > 3 derajat). Kondisi ini juga tidak memenuhi kriteria wujudul hilal Muhammdiyah karena ketinggian hilal masih di bawah ufuk dan konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam.

Ketinggian hilal untuk wilayah Arab Saudi pun juga bernilai negatif sebesar -2,5 derajat. Wilayah paling timur yang dekat dengan garis batas tanggal internasional seperti Selandia Baru juga memiliki ketinggian hilal di bawah ufuk yakni -1,5 hingga -3 derajat, sementara di Australia, ketinggian hilal berkisar antara -1,5 hingga -5 derajat. Ketinggian Hilal bernilai positif ketika diamati di Amerika Serikat, Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kepulauan Hawaii dan Oseania  memiliki ketinggian hilal antara 3 sampai 4 derajat. Ketinggian hilal pada negara-negara tersebut lebih kecil dibandingkan dengan kriteria Turki (altitude > 5 derajat di seluruh belahan Bumi).

Peta Ketinggian Hilal Awal Bulan Syawal 1441 H untuk Pengamatan 22 Mei 2020.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Terlihat bahwa untuk wilayah Indonesia, elongasi hilal pada 22 Mei 2020 bernilai antara 5 hingga 6,5 derajat ketika Matahari terbenam, yang mana lebih besar dibandingkan dengan kriteria MABIMS (elongasi > 3 derajat) akan tetapi lebih kecil dibandingkan dengan kriteria LAPAN (elongasi > 6,4 derajat). Elongasi hilal untuk wilayah Arab Saudi, Turki dan Oman sebesar 3 derajat. Sementara di Pakistan dan Nepal masing-masing sekitar 4 dan 4,5 derajat. Elongasi hilal di benua Eropa bernilai antara 2,5 hingga 3 derajat, sedangkan Amerika Utara bernilai 3,5 hingga 5 derajat. Untuk benua Afrika, elongasi hilal berkisar antara 2,5 hingga 4 derajat. Sedangkan elongasi hilal di Amerika Selatan berkisar antara 2,5 hingga 3,5 derajat. Hilal di Australia memiliki elongasi antara 5,75 hingga 6,75 derajat sedangkan di Selandia Baru berkisar 7,5 derajat. Elongasi hilal pada negara-negara-negara tersebut masih lebih kecil dibandingkan dengan kriteria Turki (elongasi > 8 derajat di seluruh belahan Bumi).

Berdasarkan pertimbangan dari berbagai kriteria kenampakan hilal, maka di seluruh dunia ada kemungkinan tidak dapat melihat hilal pada petang hari 22 Mei 2020 yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1441 Hijriah. Sehingga umur bulan Ramadan harus digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari dan malam 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada keesokan lusanya pada hari Minggu, 24 Mei 2020.

Kecuali Spanyol, Inggris, Belanda, Ukraina, Afrika, Amerika Selatan, Pakistan, Nepal, Oman yang memulai 1 Ramadan 1441 Hijriah pada hari Sabtu, 25 April 2020; tanggal 29 Ramadan 1441 Hijrah justru jatuh pada hari Sabtu, 23 Mei 2020 sehingga kegiatan rukyat hilal baru dapat dilakukan pada tanggal tersebut. Bagaimana dengan kenampakan hilal pada tanggal tersebut? Berikut ulasannya.

Peta Ketinggian Hilal Awal Bulan Syawal 1441 H untuk Pengamatan 23 Mei 2020.

Sumber: Dokumentasi Pribadi 

Terlihat bahwa untuk wilayah Indonesia, ketinggian hilal sudah bernilai positif atau di atas ufuk. Ketinggian hilal untuk wilayah Indonesia pada 23 Mei 2020 bernilai antara +5,5 hingga +7 derajat ketika Matahari terbenam, yang mana lebih besar dibandingkan dengan kriteria MABIMS dan LAPAN.

Ketinggian hilal untuk wilayah Arab Saudi pun juga bernilai positif sebesar +8,5 derajat. Sedangkan untuk wilayah Belanda, Inggris, Ukraina dan Nepal, ketinggian hilal berkisar +6 derajat. Ketinggian hilal di Pakistan berkisar antara +6,5 hingga +7 derajat. Sementara di Turki sudah mencapai +7 derajat, sedangkan di Spanyol dan Oman sudah mencapai +8 derajat. Untuk benua Afrika, ketinggian hilal berkisar antara +8 hingga +10,5 derajat. Sedangkan ketinggian hilal di Amerika Selatan berkisar antara +4 hingga +12,5 derajat. Ketinggian hilal pada negara-negara-negara tersebut sudah lebih besar dibandingkan dengan kriteria Turki.

Peta Elongasi Hilal Awal Bulan Syawal 1441 H untuk Pengamatan 23 Mei 2020.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Terlihat bahwa untuk wilayah Indonesia, elongasi hilal pada 23 Mei 2020 bernilai antara 6,5 hingga 8 derajat ketika Matahari terbenam, yang mana lebih besar dibandingkan dengan kriteria MABIMS dan LAPAN. Elongasi untuk wilayah Arab Saudi sebesar 9,5 derajat, sedangkan untuk wilayah Ukraina dan Turki, elongasi hilal berkisar 6 derajat. Elongasi hilal di Nepal dan Pakistan masing-masing sekitar 8,5 dan 9 derajat. Sementara di Turki sudah mencapai 10 derajat, sedangkan di Belanda dan Inggris sudah mencapai 12 derajat. Untuk benua Afrika, elongasi hilal berkisar antara 9,5 hingga 11,5 derajat. Sedangkan elongasi hilal di Amerika Selatan berkisar antara 12 hingga 13,5 derajat. Elongasi hilal pada negara-negara-negara tersebut sudah lebih besar dibandingkan dengan kriteria Turki.

Itu artinya, hilal sudah bisa dapat teramati di seluruh dunia pada petang hari 23 Mei 2020 sehingga dapat dipastikan, 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada hari Minggu 24 Mei 2020. Akan tetapi, kita tetap harus menunggu hasil sidang isbat yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia selaku otoritas tunggal dalam penetapan awal Ramadan, Syawal dan Zulhijjah di Indonesia.

 

Penulis : Andi Pangerang








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.
Email. pussainsa@lapan.go.id




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL